Header Ads

Pulau Teramai nan Damai di Kolombia

Sebuah pulau bernama Santa Cruz del Islote dekat pantai Kolombia sepertinya menjadi yang terpadat di bumi. Lebih dari 1.200 orang memadati wilayah seluas dua hektar itu sehingga bisa dibilang empat kali lebih padat dari Manhattan.

Foto: Charlie Cordero 

Wilayah ini diisi sejumlah rumah, gang, dan jalan kecil di dekat laut. Sakin kecilnya, mungkin tidak akan terlihat jika dilihat dari peta dunia.

Seorang fotografer, Charlie Cordero, berhasil mengabadikan kehidupan di tempat tersebut. Ia begitu tertarik karena penduduknya mengklaim pulau ini seperti surga.

Dalam karyanya dia mampu mengabadikan keanehan, semangat dan gaya hidup mereka. Tapi di sisi lain, Cordeo juga menampilkan perpaduan hidup antara kemiskinan dan kebahagiaan.

Foto: Charlie Cordero 

Adapun pulau Santa Cruz del Islote ditemukan rombongan nelayan 100 tahun lalu. Para nelayan itu sengaja mencari tempat baru karena terganggu dengan banyaknya nyamuk di tempat sebelumnya.

Setelah itu, jumlah penduduknya terus bertambah bahkan sampai memenuhi pulau tersebut. Penduduk setempat mengatakan, jarang terjadi kejahatan atau kekerasan meski pulau ini begitu tertutup.

Foto: Charlie Cordero 

Foto: Charlie Cordero 

Mereka menghabiskan hari-hari dalam ketenangan dan relaksasi. Sebagian besar pendapatan mereka berasal dari pariwisata dan memancing.

Tapi dalam beberapa hal, kesulitan tak bisa dihindari bagi sebuah kelompok yang hampir tidak memenuhi standar masyarakat modern. Di sana tidak ada polisi, tidak ada sistem pembuangan limbah, air bersih, dan hanya bergantung pada kiriman angkatan laut Kolombia.

Karena itu juga, tidak ada mayat yang dikubur di pulau itu. Mereka akan menguburkannya di pulau-pulau kecil terdekat.

Untuk pendidikan, anak-anak di sana juga hanya mampu bersekolah sampai usia 16-17 tahun. Sisanya, mereka harus berani merantau untuk melanjutkan kuliah.

Foto: Charlie Cordero 

Juvenal Julio, keturunan pendiri Islote, menyatakan bahwa pulau ini adalah utopia. 

"Hidup di sini tenang dan menyenangkan. Kami tidak memiliki kekerasan, tidak membutuhkan polisi, semua saling mengenal, dan kami menikmati hari-hari kami, " katanya kepada Toronto Star.

Dalam foto-foto itu, Cordero berhasil menggambarkan bagaimana penduduk di sana saling membantu. Mereka bekerja sama untuk tidak masuk ke dalam kekacauan.

Foto: Charlie Cordero 

No comments