Header Ads

Hidup Kembali Setelah Dikremasi 7 Bulan Lalu

Sebuah kisah unik dari Nang Loeng - Sebuah keluarga di Thailand dibuat terkejut dengan kenyataan yang disaksikannya. Seorang pria yang mereka kremasi 7 bulan lalu, berdiri santai di depan pintu rumah, seakan-akan tidak terjadi apapun.

Sakorn Sacheewa, seorang pria 44 tahun, diduga telah meninggal oleh keluarganya. Ia tidak pernah kembali sejak menjadi nelayan di wilayah lain dua tahun lalu. Hubungan antara dia dan keluarga pun tidak terjalin sejak saat itu.

Sakorn Sacheewa (Foto: Oriental Daily)

Pada Mei lalu, keluarganya mendapat telepon dari Polisi di Nang Loeng, daerah Sacheewa bekerja. Dalam telepon itu, diberitahu bahwa ia telah meninggal karena gangguan pencernaan.

Mendengar itu, pihak keluarga pergi untuk mengidentifikasi dan mengambil mayat tersebut. Mereka pergi ke distrik Phra Nakhon, Bangkok, tempat mereka menerima surat kematian dan mengambil jasad tersebut dari Fakultas Kedokteran Universitas Vajira Universitas Navamindradhiraj.

Keluarganya sendiri saat itu mengaku sulit mengidentifikasinya karena mayat itu terlihat membengkak. Bahkan salah satu sepupunya, Nakornchai Pimklang (33), sadar kalau gigi mayat itu tidak seperti biasanya. Ia mengklaim, Sacheewa punya dua gigi depan yang hilang.

Mereka pun melaporkan hal tersebut kepada pejabat kepolisian. Namun, polisi tetap memerintahkan mereka untuk membawa mayat itu.

Meski masih tidak yakin, mereka tetap melakukannya. Membawa mayat itu pulang ke Si Ka Ket, tempat mereka mengadakan ritual keagamaan selama tiga hari, sebelum mengkremasinya.

Sementara itu, Sacheewa yang sebenarnya masih hidup dan sehat, bekerja di Nang Loeng. Beberapa minggu yang lalu, ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan kembali ke rumah. Ia heran melihat keluarganya begitu terkejut saat melihatnya.

Foto: Twitter


Reaksi keluarganya saat ia berjalan melewati pintu pada 17 Desember lalu yaitu menyentuhnya. Mereka terus memastikan bahwa jasadnya benar-benar nyata.

Setelah mendengar kisah kematiannya, Sacheewa ingat ada seorang rekan kerja dari Myanmar yang mencuri kartu identitasnya dan menghilang. Dia tidak pernah membayangkan seseorang akan menggunakan kartu curiannya untuk meniru dirinya.

Kini Sacheewa hanya sibuk berurusan dengan Biro Administrasi Pendaftaran. Ia ingin mengubah status resmi kematiannya 7 bulan yang lalu.

Hanya ada satu masalah yang harus dipecahkan polisi sekarang, yaitu mencari tahu siapa pria yang dikremasi di tempat Sakorn itu. Mereka berharap bisa mempelajarinya dengan menganalisa peninggalan tulang yang tersisa dari kremasi.



Sumber: odditycentral

No comments