Header Ads

Awalnya Bukan Puteri Mahkota, Kini Jadi Pemimpin Terlama

Seorang ratu di Britania Raya baru merayakan ulang tahun pernikahannya pada 20 November laluRatu Elizabeth II dan Pangeran Philip menikah 70 tahun lalu di Westminster Abbey, pada 20 November 1947. 

Suaminya sendiri telah menemani sang ratu memimpin Inggris selama 65 tahun lamanya. Periode ini juga merupakan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Inggris.

Namun jauh sebelum masa pemerintahannya, tidak ada yang menduga Elizabeth II bakal menjadi puteri mahkota. Berikut kisah sekaligus biografi singkatnya:

Ratu Elizabeth II (sumber: okezone.com)


Kisahnya berawal ketika ia lahir dengan nama Elizabeth Alexandra Mary, di Inggris pada 21 April 1926. Tanggal yang sama dengan kelahiran pahlawan nasional Indonesia, Raden Ajeng Kartini.

Elizabeth Alexandra Mary adalah anak pertama dari Pangeran Albert dan Elizabeth Angela Marguerite Bowes-Lyon. Ia punya seorang saudara perempuan, bernama Putri Margaret.

Saat itu tidak ada yang menduga Elizabeth bakal menjadi puteri mahkota. Hingga ketika raja George V meninggal dunia, semua berubah.

Paman Elizabeth yang bernama pangeran Edward VIII naik menjadi raja. Namun tanpa diduga, Raja Edward melepas jabatannya dan memilih untuk menikah dengan seorang janda sosialita bernama Wallis Simpson.

Keputusan itu menimbulkan krisis konstitusi di lingkungan kerajaan Inggris. Hingga akhirnya ayah Elizabeth, yakni pangeran Albert, naik takhta menjadi raja Inggris dengan nama Raja George VI. Otomatis Elizabeth pun menjadi puteri mahkota karena ia tidak punya saudara laki-laki.

Ia pun menjadi lebih banyak belajar mengenai pengetahuan sejarah dan juga hukum dengan menggunakan sistem sekolah di rumah atau 'Home Scholing'. Meski begitu, ia juga menyelinginya dengan berkuda atau memelihara anjing.

Sebagai penerus kerajaan Inggris, Elizabeth bergelar Her Royal Highness The Proncess Elizabeth. Selain itu ia juga lulusan dari Eton College, Presiden Brocklesby Park Cricket Club, sekolah kepanduan (Pramuka Khusus Puteri) bernama Sea Ranger pada 1937, dan sempat mengikuti pelatihan supir dan mekanik di Women's Auxiliary Teritorial.

Elizabeth sendiri sempat bertugas selama Perang Dunia II sebagai mekanik. Perempuan berzodiak Taurus ini pun sempat memimpin semua cabang militer Inggris dan menjadi pendukung keuangan atas lebih dari 700 organisasi di seluruh dunia.

Elizabeth Menikah

Setelah perang dunia II selesai, Puteri Elizabeth muda meresmikan pertunangannya dengan Pangeran Philip dari Yunani dan Denmark pada 9 juli 1947. Pasangan ini pertama kali bertemu saat acara pernikahan sepupu pangeran Philip, Putri Marina dari Yunani, pada 1934. 

Saat itu Elizabeth II masih berusia 13 tahun dan mulai memerhatikan Philip. Pengamat kerajaan mengatakan bahwa Elizabeth dan Philip sempat mengalami pasang surut seperti pasangan lainnya bahkan saat mereka sudah menikah pada 20 November 1947 di Westminster Abbey, Inggris.

Pertunangan ini sempat menimbulkan kontroversi di Inggris karena asal usulnya. Sekadar diketahui, Pangeran Philip yang lahir di Yunani adalah keturunan nenek buyut Elizabeth I dan RatuVictoria. 

Meski begitu, sebelum pernikahannya, Pangeran Philip telah menanggalkan status kebangsawanan Yunani-Denmark dan memilih garis keturunan ibunya yang berasal dari Inggris. Sementara Elizabeth II, berpindah agama dari Yunani Ortodoks menjadi Anglikan, dan dijuluki Adipati Edinburgh.

Hingga satu tahun kemudian, Elizabeth II melahirkan putera pertama yaitu Pangeran Charles dan pada 1950, lahir anak kedua yaitu Puteri Anne. Sementara anak ketiga dan keempat yaitu Pangeran Andrew dan Pangeran Edward, lahir pada masa pemerintahannya sebagai Ratu Inggris.


Naik Takhta

Elizabeth resmi menjadi ratu pada 2 Juni 1953 saat usianya 21 tahun. Ia memimpin setelah ayahnya, Raja George VI, meninggal dunia satu tahun sebelumnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun. 

Pihak kerajaan Inggris kemudian meminta Elizabeth untuk memilih nama yang ia akan sandang ketika dinobatkan sebagai Ratu Kerajaan Inggris. Ia pun tetap menggunakan namanya dan resmi dipanggil Ratu Elizabeth II. 

Ada beberapa ciri khas yang dimiliki oleh ibunda Pangeran Charles ini. Ia kerap memakai busana berwarna cerah. Tujuannya hanya satu, agar memastikan masyarakat atau publik melihatnya meski dari kejauhan.

"Jika aku menggunakan busana warna krem, tidak ada yang mengenali diriku," ujar Ratu Elizabeth II. 

Ratu Elizabeth II (sumber: okezone.com)


Bahkan untuk busana khasnya, wanita kelahiran London ini sering melakukan fitting busana secara rahasia beberapa bulan sebelum pergi ke berbagai acara. Tentunya agar Ratu Elizabethtidak menggunakan busana dengan warna yang sama di acara yang berdekatan.

Tidak hanya busana cerah, Ratu Inggris juga senang menggunakan sarung tangan dalam setiap penampilannya. Warna sarung tangan itu biasanya senada dengan tas tangannya.

Adapun alasan Ratu menggunakan sarung tangan, demi mencegah penyebaran kuman saat bersalaman dengan banyak orang. Apalagi saat masa tuanya yang cukup rentan.

Rencana Turun Takhta

Ratu Elizabeth II dikabarkan berencana melakukan abdikasi dan menyerahkan takhta kerajaan kepada putranya tertuanya, Charles. Menurut rumor yang beredar, sang ratu akan mengaktifkan Undang-undang Regent saat usianya mencapai 95, dan menjadikan Pangeran Charles sebagai Raja Inggris selagi sang ratu masih hidup.

"Yang Mulia sadar akan usianya dan ingin memastikan saat waktunya tiba, transisi takhta berjalan mulus. Saya mengerti bahwa Ratu telah memikirkan hal ini dan percaya bahwa, jika dia masih hidup pada usia 95 tahun, dia akan mempertimbangkan untuk menyerahkan pemerintahan tersebut kepada Charles," kata sumber yang tidak disebutkan namanya itu sebagaimana dikutip dari RT, Selasa (15/8/2017). 

Kontributor Daily Mail, Robert Jobson, pun mengatakan, persiapan pemindahan kekuasaan telah berjalan. "Saya telah berbicara dengan sejumlah hakim tinggi yang menjelaskan bahwa persiapan untuk sebuah transisi sudah berjalan dengan lancar. Mereka semua telah memastikan bahwa pemegang kekuasaan pengganti dengan Charles sebagai pemimpin, saat ini, paling tidak merupakan sebuah kemungkinan yang nyata,” tulisnya.

Belakangan, Pangeran Charles memang telah mewakili ibunya dalam berbagai acara kerajaan. Dia melakukan perjalanan ke negara persemakmuran, Selandia Baru dan Australia dan berkunjung ke Kanada untuk memperingati 150 tahun negara itu pada awal 2017 ini. Dia juga melawat ke teluk Persia di mana dia diperlakukan layaknya raja. Charles tampaknya akan semakin banyak menghadiri acara resmi ibunya seiring dengan semakin jarangnya Ratu Elizabeth II tampil.  

No comments