Header Ads

Batasan si Online dan Cetak

Media dalam jaringan (daring/online) menekankan bahwa berita tidak bisa terlalu panjang demi kesehatan mata para pembaca. Sementara media cetak tidak perlu memikirkan itu, meski perlu memperhatikan ruang untuk iklan.

media.viva.co.id


Seperti yang dilakukan media siber kompas.com dengan media cetaknya, Kompas. Lewat beritanya pada Sabtu (16/9/2017), keduanya jelas berbeda dalam penyajian berita meski mengangkat topik yang sama, yakni mengapa obat PCC masih beredar.

Lewat kompas.com, terpantau bahwa berita “Obat PCC Sudah Dilarang, Mengapa Masih Beredar?”,  total hanya 8 paragraf. Jauh berbeda dengan berita di media cetaknya, Kompas menorehkan paling sedikit 16 paragraf untuk berita PCC Sudah Lama Dilarang Peredaran Dipertanyakan.

Selain karena prinsip media online, sedikitnya paragraf dalam berita itu terjadi karena kompas.com hanya mewawancarai satu narasumber dalam berita tersebut. Jauh berbeda dengan Kompas, melakukan wawancara dan konfirmasi kepada 6 narasumber sekaligus dalam berita tersebut.

Meski begitu, media siber kompas.com tetap menyertakan hyperlink berita terkait lainnya demi kelengkapan informasi. Link itu ditautkan dalam tubuh berita, dalam bentuk judul berwarna biru yang bisa di-klik oleh pembaca jika ingin melihatnya. Seperti “(Baca Juga: BPOM RI: Kasus PCC di Kendari Masuk Kategori Teror)”.

Berbagai batasan lainnya pun terpaksa dilakukan karena beberapa alasan. Seperti media online haruscepat dan real time sehingga jenjang waktu peliputan keduanya jelas berbeda.

Adapun karakteristik media online menurut buku Jurnalisme Online ada 10 unsur. Yakni menampilkan multimedia, aktual, cepat, update, berkapastias luas, fleksibel, jangkauan luas, interaktif, terdokumentasi, dan hyperlinked.



No comments