Header Ads

Lelahnya Pendeta Palti Hatoguan Panjaitan Jadi Tukang Parkir Swalayan

Tidak ada waktu untuk istirahat, berdiri mondar-mandir, kaki pegal, hingga nafas “ngos-ngosan”. Semua hal itu telah dialami seorang tukang parkir bergelar S-2 Ilmu Teologi Minat Studi Kajian Konflik dan Perdamaian, bernama Palti Hatoguan Panjaitan. Dia pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pertama yang meraih gelar tersebut.
“Hari ini saya baru masuk jadi tukang parkir di parkir Citrouli Jogjakarta. Dapat shift 2 dari pukul 16:00 – 24:00 (WIB). Parkir di tempat ini cukup ramai,” kata Palti, saat itu Selasa (1/8/2017), lewat akun Facebook-nya.


Cukup ramai, katanya, karena banyak yang ingin ke swalayan dan ke tujuh unit Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Meski begitu, rompi jingga bergaris silver mencolok mata tetap membuat Palti cukup mudah dikenali dan dipanggil para pengunjung.
Panggilan itu demi meminta pria yang sempat berjuang untuk tegaknya hak memeluk dan melakukan aktivitas keagamaan itu memberikan arahan parkir. Lambaian tangannya sangat berharga demi posisi mobil yang presisi. Sementara otot-ototnya sangat berfungsi mengangkat sepeda motor agar tidak ke sana kemari.
Palti mengaku sangat terkesan melihat respons para pengemudi usai mendapat jasa parkirnya. Mulai dari tatapan sinis, tatapan hangat, lalu baik hati dan juga pelit, ada pula yang bayar lebih atapun kurang.
“Bahkan ada yang tidak bayar. Cara membayarnya juga berbagai macam ekspresi. Lengkaplah. Ada yang harus dibantu parkir dan keluar. Ada bahkan untuk membantu menyalakan motornya. Ada yang ramah minta tolong. Ada yang seperti bos. Ada yang melempar senyum, ada yang judes. Ada yg kasih uang dengan sopan, jika pakai tangan kiri lebih dahulu minta maaf. Ada yang cuek mau pakai tangan kiri atau tak mau bertatapan. Ada yang kasar, ada yang begitu lembut,” kata bapak satu anak ini, yang mengaku sempat grogi saat pertama kali bertugas. “Pokoknya diaduk-aduklah perasanku.”
Di balik semua itu, ada istrinya, Emeliana (boru) Tambunan, yang suka menemaninya, membawakan minum, bantu parkir dan hitung uang receh. Puji Tuhan, katanya, hasil parkir hari itu 335.100 Rupiah. Jumlah itu didapatnya dari harga karcis parkir 1.000 Rupiah untuk sepeda motor dan 2.000 Rupiah untuk mobil.
Palti Hatoguan Panjaitan, saat meraih gelar S-2, berfoto bersama istrinya, Emeliana Tambunan, (kiri) dan anaknya, Asima RohaNa Panjaitan, (kanan).
Namun bukan semua uang receh, uang koin maupun uang kertas itu untuknya. Duit itu harus disetornya ke komandan regu, saat pergantian shift. Sementara Palti diupah perhari ditambah sekali jatah makan dari komandan dan sebungkus rokok dari Pemilik Citrouli. Yang penting, dapur mengepul katanya.
Kini, satu harapan pendeta yang sempat dituduh telah melakukan pemukulan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Ustadz Abdul Aziz, ia dapat terus bekerja di swalayan yang buka 24 jam non-stop ini. Ditambah dapat mengisi waktu kosong lainnya dengan menjadi sopir ojek dalam jaringan (daring/online) yang baru saja dilamarnya.
Palti Dituduh
Jauh sebelum ini, dalam insiden penghadangan malam natal 24 Desember 2012, Palti Hatuguan Panjaitan, dituduh telah melakukan pemukulan dan perbuatan tidak menyenangkan. Ia dilaporkan atas dasar laporan No:  LP/1395/K/XII/2012/SPK/Resta Bekasi yang dibuat oleh Abdul Aziz, pada tanggal 24 Desember 2012.
Setelah mengikuti serangkaian pemeriksaan, kemudian Pdt Palti Panjaitan, yang saat itu masih menjabat pimpinan Jemaat HKBP, mendapatkan surat panggilan dari Polres Kota Bekasi dengan status tersangka. Status itu ditetapkan hanya berselang 3 [tiga] bulan dari pelaporan saudara Abdul Azis pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2013 dalam perkara tindak pidana penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan.
Pemkab Bekasi pun menyegel bangunan gereja HKBP Filadelfia di Bekasi. Umat Islam melakukan Tabligh dan Pawai Akbar Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) di Masjid Islamic Center Bekasi, Minggu (30/12/2012), keliling Kota Bekasi. Massa yang berpakaian putih-putih mengusung berbagai pesan pamflet, di antaranya: Hukum Pendeta Palti Panjaitan, HKBP Tak Punya Malu, HKBP Perusak Kerukunan, HKBP Tak Taat Aturan, Bekasi Menolak HKBP Ilegal, Bongkar HKBP Ilegal, dan sebagainya.
Ingin mendukung petisi Pdt Palti Hatuguan menuntut keadilan? klik di sini


Sumber: tahuberita.com

No comments