Header Ads

Mencintai itu Sulit

Mencintai itu sulit. Ada seorang ilmuan yang entah darimana saya lupa, berkata bahwa manusia itu terlalu kecil untuk mengerti cinta, karena banyak hal yang belum mereka ketahui soal cinta. Setuju?

Menaruh hati lalu pergi, itu kebiasaan orang-orang yang tak yakin soal cinta. Memang benar keyakinan sering salah, apalagi kalau dikaitkan dengan kenyamanan dan kebahagiaan, makin banyak maunya.

Cinta sepanjang masa itu tak ada, jangan tertipu dengan lagu-lagu romantis dan kiasan indah novel-novel remaja. Menurut Psikolog, Barbara Fredrickson, cinta bukanlah sesuatu yang kekal karena cinta sebenarnya hanyalah gabungan dari momen-momen kecil yang beresonansi positif. Jadi, ketika momen-momen kecil ini hilang, atau efeknya berakhir, begitu juga rasa cinta Anda.

Namun, bukan berarti Anda akan tiba-tiba terbangun di suatu pagi dan membenci pasangan Anda.

"Bangsat lu mas! Katanya cinte ama aye, nyatanya cinte itu gak ade kata psikolog barbare," ujar Nyoy ke kucing peliharaannya.

Barbara menjelaskan, rasa nyaman dan aman yang biasanya tercipta dari suatu hubungan yang sudah berlangsung lama bisa bertahan seumur hidup. Jadi, kesempatan untuk hidup bahagia selamanya bersama pasangan masih tetap ada, namun tidak dengan rasa cinta menggebu yang Anda rasakan dulu.

"Jadi masih bisa bahagia nih ye.. hmm. Ane gak jadi putus deh, langsung nikahin aye aje bang, yuk," lanjut Nyoy berdialog dengan patung Donald Trump.

Kelabilan Nyoy rupanya beralasan dalam ilmiah. Nyoy tidak salah, cowok yang selalu salah.

Selain cowok yang salah, menurut hasil pindai otak yang diambil oleh para ilmuwan seperti dikutip liputan6 (sumbernya gak tahu darimana, keknya dari neneknya), daerah otak yang penting untuk penilaian yang dikenal sebagai korteks frontal menutup ketika orang sedang jatuh cinta. Para ilmuwan menggunakan scanner MRI dan menemukan korteks frontal menutup ketika seseorang ditunjukkan gambar orang yang sedang membuatnya jatuh cinta. Mungkin inilah yang membuat orang yang sedang jatuh cinta kadang melakukan hal yang tak masuk akal.

"Neng suka ama abang, soalnya muka abang pongo, terus penuh dengan daki, dan jigong imut yang bertahan melewati banyak hari. Neng sayang ama abang," ujar Nyoy gak tau ke abang apa. Abang bajigur? Kita sama sekali tidak tahu, dia dengan tegas merahasiakannya.

Mungkin cinta itu selalu asyik dibahas di manapun dan kapanpun. Tapi sayangnya, banyak yang belum bisa ikhlas menerima kalau cinta itu anti memaksa. Kamu jadi kamu, aku jadi aku.

Jika tak terwujud, sering untaian kata menghina, hanya untuk menjaga selera diucapkan. Yah semoga, mental orang kita bisa sembuh dari harapan tak berujung seperti cinta ideal dan keuntungan-keuntungannya yang diumbar media telenovela. Sadar atau tidak, cinta itu rugi juga, jadi, bijaksana saja kapan mau jatuh cinta. Toh hidup kamu yang punya.

No comments