Header Ads

Tahun 2017







Dengan ini saya nyatakan, postingan pertama di tahun 2017 adalah Tahun 2017. Maka, resolusi yang akan diterapkan ialah tidak ada! Hore....

http://www.globalequityequation.com/


Tahun 2016 telah berganti ke tahun 2017. Tahun 2017 masih 12 bulan lagi ke 2018. Tak terasa hidup ini sudah semakin singkat. Tapi ilmu juga harus sudah meningkat.

Cikini ke Gondangdia
Aku begini gara-gara dia

Sepenggal lirik yang berkesan di tahun 2016. Lirik itu memberi pesan kalau naik kereta jangan hanya gara-gara dia, bisa-bisa ke Gondangdia.

Sedikit pesan yang tidak penting dari kalimat di atas membawa anda ke arah yang semakin tidak jelas. Oleh karena itu, mari kita perjelas di tahun 2017.

Tahun dimana terdapat tiga buah sudut (font: Arial) dari 4 angkanya, dan dimana langkah kita lebih mantap ke depannya. Sebetulnya, postingan ini hanya memprediksi tahun 2017 akan terjadi apa. Namun, saya memilih untuk mengevaluasi tahun 2016 sebelumnya, sebelum membahas ke tahun berikutnya.

Jadi, evaluasi tahun 2016 adalah "melek". Mengapa melek?

-Ya, saya lebih melek melihat tingkah laku orang disekitar saya. Saya akhirnya sadar bahwa saya punya karakter yang begitu berbeda, dan ketika menemukannya saya begitu kaget karenanya. "Oh, jadi ini yang membedakan gw dengan mereka-mereka," ujar saya saat itu entah kapan.

Tertawa pada akhirnya setelah melek dengan semua itu. Bukan sombong, tapi memang beda.

-Lalu melek lainnya, saya mengerti bahwa manusia pasti butuh sesuatu untuk disembah. Itu mengapa sejak dulu ada banyak dewa-dewa hingga saat ini lebih sedikit lagi kepercayaannya.

-Menyadari bahwa mahluk media sosial, televisi, dan politik cenderung palsu tingkah lakunya. Mungkin terdengar norak, tapi bila anda perhatikan, mereka sangat kejam tingkah lakunya.

-Tidak usah lebay. Ciri manusia lebay yang sudah saya temui selama ini ialah sebagai berikut:
1.Takut akan hal yang belum terjadi (Tidak punya kerjaan)
2. Membicarakan perilaku orang lain (Tidak punya moral. Padahal cara tiap orang berbeda)
3. Mengaku sayang tapi menuntut (Merasa memiliki padahal tidak layak untuk itu)
4. Menolak kritikan atau ejekan (Merasa paling benar dan rupawan)
5. Memakai topeng hanya untuk rupawan (Jelek ya jelek)

- Manusia tidak bisa jadi diri sendiri! Keluar rumah saja sudah bertemu orang dengan gaya berbeda. Darimana menjadi diri sendiri ketika kita masih mengikuti tren masa kini?? Bukankah kita harus jadi diri sendiri? Kecuali hidup sendiri, baru bisa. Ini kita di bumi! Ya tidak mungkin sekali.

Nah, untuk 2017, saya memprediksi akan jadi tahun luar biasa. Mungkin SEBEYE ditangkap KPK, atau mungkin AHAYE jadi gubernur Jakarta?

Prediksi lainnya, akan lebih banyak manusia-manusia medsos yang berharap tenar lewat jalur yang saya sebut palsu tanpa batas. Akan lebih banyak manusia-manusia tak berguna membahas hal tak penting di depan kamera dan membiarkan penontonnya melihat tingkah laku mereka yang sebetulnya tidak ada esensinya, bahkan membawa efek negatif setelahnya. Mereka jahat karena mereka membiarkan penontonnya melihat mereka terus-menerus, hingga uang iklan masuk ke kantong mereka, dan akhirnya membeli sepatu sne1kers jutaan yang mereka sadar itu tak layak dipamerkan karena karya mereka tidak layak disebut berkualitas. *Tek

Film Indonesia akan semakin berkembang setelah ini. Karena masyarakat mulai kembali percaya dengan karya-karya stand up comedian seperti Raditya Dika, dkk. Semoga mereka bisa berkarya, tidak hanya lucu-lucuan, tapi juga memberi pesan moral agar tak ada lagi manusia-manusia tolol berkumpul di satu tempat menuntut hal yang tidak masuk akal.

Semoga EFPEYI bubar deh. Meresahkan sekali tingkah lakunya. Apalagi ada yang ngaku-ngaku habib, yang padahal di KTPnya emang udah ada nama Habib.

Oke cukup, masih banyak sebetulnya, tapi sudahlah. Untuk 2017, visi misi belum atau sudah diubah. Namun setelahnya, harus menjadi baru karenanya. Rombak ulang, bangun lagi, bentuk karakter lagi ke arah yang harus dicapai setelahnya. Semoga sukses semuanya!


Pesan: Tulisan ini hanya ditulis sekali tanpa proses pengeditan. Maka, maklum jika berantakan atau tidak sesuai KBBI atau kaidah yang berlaku. Karena bagi saya, menulis di sini adalah kesempatan bagi saya untuk tidak khawatir akan aturan yang tidak diharuskan, karena yang penting pesan tersampaikan.