Header Ads

Akui Saja sih Kalau Anda Tolol!







Suatu hari saya melihat orang yang begitu menarik. Dia memiliki banyak teman dan murah senyum. Dia pun terlihat seru dan tidak mudah marah. Saya pun mencoba mendekatinya.

Secara perlahan, Saya mencoba mengenalnya. Baik saat berkomunikasi dengannya, atau pun tidak berkomunikasi dengannya. 

Akhirnya, Saya pun menjauh. Ada sesuatu yang tidak bisa Saya tolerir dari orang ini, yakni Tolol.

Saya bukan orang pintar. Saya bukan orang cerdas. Tapi paling tidak, Saya tidak "tolol".

Apa itu tolol yang Saya maksud?

Menurut hasil riset asal-asalan yang Saya lakukan, orang tolol bisa didefinisikan sebagai orang yang tidak mengerti suatu akibat dari suatu tindakan. Adapun tindakan, seperti kata-kata yang diucapkan, keputusan yang diambil, dan lain sebagainya.

Nah, dari situ, Saya pun melihat satu lagi yang Saya tidak suka dari orang ini yang membuat Saya menambah definisi tolol. Yakni, terlalu menjaga image (reputasi diri) atau terlihat baik di depan orang lain.

Hei bro, Anda sudah tolol. Akui saja kalau Anda tolol. Jangan berlaga cerdas dengan berkata-kata di luar batas. Ini bukan panggung sandiwara, image Anda tidak ada guna. Otak tak ada isinya, jangan ditutupi dengan kata-kata.

Anda menebar janji yang tak pasti ujungnya. Anda bahkan tak berjuang untuk mewujudkannya? Mungkin sedikit, tapi tak seberapa dibanding kata-kata manis Anda.

Akui saja kalau Anda tolol. Anda akan terlalu lelah jika menutupi ketololan anda. Ini jaman yang sangat canggih. Bukan alasan bagi Anda untuk tidak mengerti.

Pelajaran mahal hingga murah sudah tersaji di internet. Sedangkan Anda, begitu kekeuh dengan otak Anda yang jarang diasah nyatanya. Menggunakan pikiran sendiri, tanpa fakta sebagai dasarnya.

Pelajaran moral juga tersedia di sana (Internet). Jadi, jangan berpikir bahwa hanya Anda yang hidup di dunia ini. Hargai orang lain, terutama waktu, tenaga, dan pikiran. Anda sudah begitu hebat dengan terus berjanji manis di depan mereka. Tapi sadarkah Anda, bahwa Anda sedang dalam proses mempermalukan diri sendiri?

Tidak usah palsu. Jangan marah jika dikritik. Ini nyatanya dirimu. Jika bukan begitu? Lalu apa alasanmu untuk marah? Mengejar image belaka? Hahaha, buktikan dengan tindakan, bukan kata-kata manis yang akhirnya tidak diwujudkan. Kepercayaan itu mahal, jadi jangan asal-asalan. Tolol!