Header Ads

Otto Hasibuan Ikhlas Meski Di-Bully

Pria berkumis yang sekarang jadi sorotan media, yakni Otto Hasibuan kerap di-bully karena membela Jessica Kumala Wongso. Namun, Otto mengaku sebagai seorang yang mengedepankan kemanusiaan dan tidak mengincar materi dan kepuasan jabatan. “Itu sebabnya saya teruskan perjuangan ini (membela Jessica),” tutupnya.

Saat menjadi pengacara, Otto mengatakan bahwa dirinya tak mengincar kemenangan. Ia hanya memberikan yang terbaik dan selanjutnya diserahkan kepada hakim. “Urusan lawyer adalah berbuat yang terbaik membela klien. Jadi tidak grasak-grusuk, tidak perlu emosional dan tetap dalam koridor yang normal.

Otto dan Jessica (foto: harianterbit)


Tapi kalau sudah berpikir harus menang, harus menang itu nanti akhirnya kita jadi emosional,” jelas Otto yang saat ini masih aktif mengajar di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Jayabaya.

Otto saat ini menangani kasus dugaan Jessica Kumala Wongso yang melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin, mengaku tak mementingkan materi dalam menangani setiap kasus yang dihadapinya. “Tidak ya, saya waktu kuliah sudah menawarkan jasa hukum kepada masyarakat di pedesaan dan kalau menang itu saya dikasih beras, pisang, setadan, rasanya senang sekali bisa membantu,” ujarnya.

“Demikian juga dengan kasus Jessica. Saya suka rela. Karena ini proyek kemanusiaan . Menurut saya dari bukti yang ada tidak ada alasan lagi bagi Jessica untuk menjadi terdakwa, terlepas hakim berbeda pendapat dengan saya, terus terang aja saat saya menangani kasus ini banyak yang membully saya, klien saya keberatan, teman, saudara. Istri saya juga bilang begitu. Mereka kan tidak tahu yang sebenarnya, jadi ya sudah tahan dahulu untuk di-bully,” jelasnya.

Otto pun kembali menjelaskan bahwa dalam kasus ini ada kekeliruan. “Sangat-sangat keliru jauh panggang dari api. Ini urusan kemanusiaan. Nggak mungkin mereka sanggup bayar saya dengan urusan yang capai begini. Saya bukan mau merendahkan keluarga Jessica ya, mereka orang biasa seperti kita. Ini urusan kemanusiaan,” jelas Otto yang pada Oktober 2014 lalu mendapat gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Jayabaya atas jasanya dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia,

“Saya bahkan di-bully oleh teman-teman saya karena mengambil kasus ini. Saya membela Jessica untuk keadilan, soal kata orang biarlah mereka berkata. Masak saya yang sudah berusia uzur ini tidak mau berbuat baik. Akhirnya sekarang terbukti kan berbeda kan, dahulu saya diteriakin di ruang sidang. Sekarang pengunjung sering kasih roti, makanan sama Jessica,” ungkapnya.

Otto pun menjelaskan kronologi awal dia menjadi pengacara Jessica. Ia mengaku tak menawarkan diri menjadi pengacara Jessica. 

“Jadi ibu Jessica datang dengan tim yang lain dengan air mata tapi tidak langsung saya terima. Saya pelajari dahulu dengan dalam. Akhirnya saya katakan baik saya bela dengan catatan jika ada bukti-bukti yang saya yakini Jessica bersalah, saya mundur. Kenapa? karena kamu bilang tidak bersalah, ternyata bersalah. Berarti kamu bohongi saya. Itulah deal kita,” katanya. 

Otto mengaku, setiap hari demi hari, dirinya semakin yakin bahwa Jessica tidak bersalah. “Itu sebabnya saya teruskan perjuangan ini,” lanjutnya.

No comments