Header Ads

Anak Ini





Air mata itu berdiri sendiri
Begitu mandiri hingga memilih jatuh sendiri
Anak ini tak terbiasa untuk sendiri
Mencari hati yang bisa mencintai

Malam itu ia bernyanyi
Mengingat lirik yang ia sangat sukai
Ingatannya memang tak sekuat dia yang ia cintai
Tapi hatinya selalu menyemangati untuk jangan memilih mati

Tak lucu!
Teriak anak itu sesekali
Ia kini menyesali humornya yang selalu saja dinilai basi
Cemoohan, kucilan, direndahkan
Jadi timbal balik setelah mencoba menghibur dia yang ia cintai

Ya...
Ia pikir dengan humor dapat membuat ia dicintai
Tapi nyatanya hanya luka lalu diludahi

Sembuh memang, tapi lama sekali
Entah berapa lama
Anak ini tak mau berlebihan menghitung luka
Ia saja sampai lupa

Kini, ia sudah dewasa
Ia mengerti apa itu maksud cinta
Merelakan jadi pilihan sikapnya saat ini
Ia pun akhirnya dicintai meski harus tersenyum mati