Header Ads

Bab 2 My Present


Bulan ini tepat di bulan September, 3 bulan sudah aku bersekolah di sekolah ini. Hari demi hari yang aku lalui mempunyai sebuah kenangan spesial tersendiri. Dan aku semakin dekat dengan Kak Rio yang aku anggap sebagai pangeran idaman ku tetapi dia tak pernah tahu dengan semua tentang perasaan yang aku miliki. Aku berharap walaupun dia memiliki pacar tetapi suatu saat nanti sebelum dia lulus dari sekolah ini, dia tahu dan mengerti perasaan yang aku punya. Memang benar kata pepatah bahwa “Jadi perempuan itu gak enak, enggak bisa ngungkapin perasaan duluan terhadap orang yang kita suka”.  

Hari ini adalah hari pementasan lomba karawitan se-nasional dan tim karawitan dari sekolah ku urutan ke- 5 dari 10 peserta. Setelah urutan ke- 5 dipanggil oleh juri, tim kami pun maju dan memberi kemampuan yang telah kami latih selama 3 bulan ini. Dan ternyata usaha yang kami lakukan selama 3 bulan dengan berlatih hingga sore setiap hari, tim karawitan sekolah ku pun menang dan mendapatkan juara 2 se-nasional. Kak Rio pun merasa senang karena usahanya dengan cara suka marah – marah kepada kami, akhirnya menghasilkan buah yang manis tapi ingat ya kawan tidak selamanya kita mendapatkan hasil yang manis jika tidak berlatih, berusaha, dan berdoa dengan sungguh – sungguh.  Kak Rio juga senang bukan karena hasil jerih payah kami saja tetapi di hari ulang tahun ini dia mendapatkan kado yang terindah dari tim karawitan sekolah. Dan aku merasa senang karena bisa melihat dia tertawa lagi.

Setelah pelaksanaan lomba berlalu, aku pun kembali belajar seperti biasa dan mengikuti ekskul karawitan seminggu sekali. Semakin jarang sekali aku bertemu dengan Kak Rio tetapi aku selalu semangat dalam belajar di sekolah. Dan suatu ketika saat aku sedang latihan karawitan yang biasanya rutin dilakukan seminggu sekali, tanpa sengaja atau tidak sengaja Kak Rio memberi ku coklat pada saat kami sedang latihan karawitan. Aku pun senang sekali menerima coklat yang diberinya. Sesampai aku di rumah, aku langsung menulis kejadian itu di buku harian yang selalu menemani ku di saat aku suka dan duka. Akan tetapi, setelah kejadian itu,  Kak Rio semakin jauh dengan aku. Hal yang membuat ku kaget adalah saat mendengar bahwa Kak Rio putus dengan pacarnya dan semenjak dia putus dengan pacarnya, dia mulai jarang ikut latihan karawitan bahkan aku tidak pernah melihat dirinya di kantin, perpustakaan, uks, koridor sekolah, maupun parkiran motor. Aku mulai berpikir, apakah Kak Rio melakukan itu semua karena sebentar lagi dia akan menghadapi ujian – ujian sekolah dan ujian negara. Namun, aku tidak begitu jelas mengetahui apa sebab dari alasan dia menghindar dari semua aktivitasnya. Tetapi sebagai perempuan, dari kejadian itu aku merasa bahwa aku hanya diberi harapan palsu olehnya.

Setelah kejadian apa yang dilakukan Kak Rio pada ku, tidak membuat diriku patah semangat melainkan aku lebih semangat untuk sekolah dan lebih cepat untuk menerima dan beradaptasi di dalam lingkungan sekolah. Melainkan sejak kejadian itu, aku lebih friendship kepada semua orang dan aku mulai mempunyai banyak teman. Dan kata salah satu teman ku yang bernama Yanti, nama ku lebih tenar daripada sebelumnya karena guru dan teman banyak yang suka dengan sikap ku kepada mereka. Apalagi pada saat teman – teman ku meminta untuk mengajari mereka tentang pelajaran yang mereka tidak kuasai, aku sangat senang melakukan itu karena aku ingat sebuah pesan “hal yang paling termulia, yaitu ketika kita membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.” Karena kesibukan ku membantu teman – teman maupun orang yang membutuhkan, aku mulai lupa dengan seorang pangeran idaman ku yang satu sekolah dengan ku malah bisa dikatakan bahwa aku sukses move on dari seseorang yang telah memberi harapan palsu kepada ku.

Dan akhirnya aku memasuki ujian semester pertama, ujian semester pertama dilakukan selama 10 hari. Hal yang paling payah dari diriku saat akan menghadapi ujian ini adalah sakit demam, setiap aku menghadapi ujian pasti aku sakit demam. Entahlah apa karena ketegangan ku atau mungkin memang takdir ku setiap ujian harus di dahului dengan demam tetapi aku tetap bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan ku sakit saat ingin menghadapi ujian, mungkin Tuhan memberikan ini semua supaya aku tidak terlalu menekankan tekad ku untuk belajar terus tanpa mengenal istirahat. Walaupun aku sakit tetapi aku tetap belajar dengan sungguh – sungguh agar mendapatkan hasil yang memuaskan pada nilai akhir rapot ku nanti. Setelah aku melaksanakan ujian semester pertama selama 10 hari, akhirnya aku memasuki kegiatan remedial dan class meeting dan aku bersyukur setelah aku melihat pengumuman, nilai ku tidak ada yang di bawah kkm, jadi aku bisa bergabung untuk memeriahkan kegiatan class meeting yang di buat oleh anak – anak OSIS. Pada saat class meeting, aku mengikuti lomba basket, dalam lomba tersebut aku satu tim dengan Amel, Caca, Karin, dan Rachel. Kami sangat semangat saat tim kami maju dalam lomba tersebut. Saat sedang asik bermain basket, tidak sengaja aku ditabrak oleh lawan dan aku pun cidera dan akhirnya aku di ganti kan oleh Emalia karena kaki ku sepertinya terkilir dan tidak bisa melanjutkan untuk bermain basket lagi. Dan aku dibawa ke UKS oleh panitia class meeting, disana aku diberi obat dan aku disuruh beristirahat agar merilekskan otot – otot badan ku yang tegang karena kecelakaan kecil tersebut.


Aku pun terbangun dari tidur ku, aku tidak tahu berapa lama aku beristirahat di uks tetapi saat aku bangun dari tidur ku, ada seorang pria yang menunggui ku di samping tempat tidur dimana aku berbaring dan seorang pria itu adalah pangeran idaman ku yang telah aku lupakan dan selama ini menghilang tanpa alasan. Aku kaget ketika melihat dia ada disini dan saat dia melihat aku sudah bangun, dia langsung memberi ku segelas air putih dan aku di suruh makan olehnya. Dan dia mulai mengawali pembicaraan di keheningan ruang uks ini “Din, kamu main basketnya tadi bagus lho. Tapi sayang lawannya main body sih jadi kamu gak sengaja cidera deh. Padahal aku tadi lagi asik menonton pertandingannya saat kamu dan tim kamu sedang bertanding,” aku pun menjawab “biasa aja kok Kak, aku main dengan cara teknik yang sering aku latih di rumah kok Kak. Aku juga mesti harus banyak sering latihan lagi agar bisa melawan musuh yang suka melawan dengan body. Lagian tadi sebelum aku melakukan pertandingan, aku gak sempet buat pemanasan dulu karena tadi di panggil sama Bu Reni. Kakak ngapain disini?” Kak Rio menjawab “aku disini nungguin kamu karena aku khawatir sama kamu, ketika kakak melihat bahwa yang cidera itu kamu. Jadi, kakak datang ke uks untuk menemui kamu. Kakak juga mau minta maaf sama kamu atas kejadian setelah kakak memberi coklat ke kamu, kakak langsung menghilang begitu saja. Kakak gak bermaksud buat memberi harapan palsu sama kamu tapi kakak mau tahu apakah kamu akan mencari kakak.” Aku pun menjawab “Harusnya kakak gak usah khawatir sama aku tapi kakak khawatir sama mantan kakak. Dan bukan aku yang kakak sakitin tapi mantan kakak lah yang kakak sakitin, seharusnya kakak minta maaf sama dia kak, bukan sama aku. Lagian kalau aku cari kakak, kakak juga pasti gak akan aku temuin. Jadi aku coba untuk move on dari kakak, mengubah kehidupan dan kebiasaan aku, dan semuanya sukses. Jadi, kakak gak usah khawatir dengan keadaan aku.” Kak Rio pun menjawab lagi “Kakak gak nyakitin mantan kakak kok malah kakak mutusin dia karena kakak tahu kalau ada orang ketiga dalam hubungan aku sama dia. Jadi aku mutusin dia, dek. Lagi pula, aku mikir kenapa aku harus mempertahankan hubungan kalau memang masih ada yang lebih baik lagi dari hubungan dengan dia. Dan ada orang yang selalu ada buat aku dan aku sengaja menghilang beberapa saat karena aku mau lihat kamu bisa gak kalau tanpa aku dan kamu bisa gak merubah sikap kamu supaya lebih terbuka lagi dengan semua orang. Dan setelah kakak lihat semua perkembangannya ternyata kamu bisa ngelakuin semuanya. Akhirnya kakak memutuskan supaya ketemu kamu pada saat class meeting di taman sekolah tapi ternyata kamu cidera karena lomba tadi, jadi kakak nemuin kamu deh di uks. Dan ada satu hal yang kakak mau bilang ke kamu, kalau kakak suka sama kamu. Kakak berharap kamu juga punya perasaan itu sama kakak, dan kakak mau kita jadian. Kamu mau gak?” setelah mendengar perkataan itu aku kaget, aku merasa ini semua mimpi. Aku gak percaya dengan semua perkataan itu, pangeran idaman ku yang selama ini menghilang dari kehidupan ku dan sekarang datang menemui aku, mengatakan hal itu kepadaku. Kemudian aku terbangun dari lamunan ku karena pertanyaan Kak Rio menanyakan hal itu sekali lagi “Dek, kamu mau gak jadi pacar kakak?” dan aku menjawab “Kak, aku gak tahu ini mimpi atau bukan tapi aku ngerasa ini aneh. Kakak menghilang dan tiba – tiba datang temui aku, menanyakan suatu hal yang gak pernah aku harapkan. Maaf kak, sepertinya aku gak bisa kak karena aku gak bisa jauh dari kakak. Jadi, aku gak bisa nolak kakak.” Sejak itu, aku pun pacaran dengan Kak Rio yaitu pangeran idaman ku. Aku merasa senang sekali , aku merasa ini seperti mimpi tapi inilah sebuah jawaban dari doa ku selama ini. Dan tidak hanya mendapatkan hadiah seorang pangeran saja tetapi aku juga mendapatkan nilai rapot yang memuaskan, aku mendapatkan peringkat 3 di kelas ku. Walaupun hanya peringkat 3 tetapi aku bersyukur karena Tuhan telah memberikan apa yang selama ini aku minta dalam doa dan aku sudah melakukannya dengan sungguh – sungguh serta berusaha semaksimal mungkin.