Header Ads

Alasan Orang Sukses Jarang Ganti Pakaian

Dewasa ini fashion semakin beragam. Para designer dan model telah memamerkan banyak model pakaian yang menarik bahkan unik. Desain-desain pakaian pun juga semakin beragam, baik dari harga atau pun model.

Namun, pernahkah anda melihat orang yang selalu berpakaian sama? *ya saya sendiri* A a.. no no no. Anda tidak dengan sengaja melakukan itu, tapi karena kantong kering yang memaksa anda melakukan itu! Benar bukan? Sudahlah akui saja.

Berbeda dengan anda yang tidak punya uang namun ingin gengsi. Mark Zuckerberg, CEO Facebook yang situsnya sering anda gunakan untuk "pamer" pakaian swalayan anda ini merupakan orang yang sukses. Sangat mungkin baginya untuk membeli pakaian dan bergaya mahal. Namun yang dipakainya hanya kaos/t-shirt abu-abu dengan jeans yang itu-itu saja.










Satu lagi, mendiang mantan CEO Apple, Steve Jobs. Tidak mungkin lah anda tidak tahu, orang produknya sering anda bawa dalam khayal sebelum tidur. Sekalipun punya, paling modal wi-fi gratisan. ya gak? oh tidak... Nih dia nih yang kayanya nabujuk buneng, beliau sering menggunakan baju turtleneck warna hitam juga dipadukan dengan celana jeans. Coba kalian pikir? Mereka ini sukses dan tenar, tapi *malas mencuci baju* tidak banyak gaya seperti orang biasanya. Kan biasanya modal warung, gaya gedung. Ah, dudung.

Daripada kalian bingung dan akhirnya memilih membakar pakaian anda, saya akan memberitahu penyebab mereka (beberapa orang sukses) tidak mengganti model pakaiannya. Cekidot! :

1. Mengurangi Pengambilan Keputusan yang Tidak Penting

Kelalaian mengambil keputusan, membuat jelek keputusan berikutnya, apalagi hanya soal pakaian. Bagi orang yang membuat keputusan signifikan setiap hari, memakai baju model sama setiap hari akan membuat mereka lebih produktif.
"Anda akan melihat saya hanya memakai jas abu-abu atau biru. Saya mencoba untuk mengurangi pengambilan keputusan. Saya tidak ingin membuat keputusan tentang apa yang saya makan atau baju yang akan saya pakai. Karena saya memiliki terlalu banyak keputusan lain untuk dibuat" ucap Presiden Amerika yaitu Barack Obama.
Mark Zuckerberg otomatis mengutip alasan yang sama, "Mengurangi satu keputusan sembrono di pagi hari yaitu memilih baju yang akan dikenakan, menyebabkan keputusan yang lebih baik pada hal-hal yang benar-benar penting," ujarnya.

2. Mengurangi Waktu yang Terbuang

Berbeda dengan anak alay, mereka bersiap-siap di pagi hari dengan mudah, cepat, dan lebih efisien. Karena mereka tidak perlu membuang waktu untuk memilih baju yang akan dikenakan. Time is money bro, jangan buang-buang air.

3. Mengurangi Stress

Suatu lembaga Art Director di New York, Matilda Kahl mengatakan penyesalannya, "Hampir selalu Saya memilih sesuatu untuk dipakai lalu saya menyesal. Tapi sekarang, saya hanya memakai kemeja putih sutra dan celana panjang hitam. Saya mengurangi stress yang saya dapat karena salah memilih baju."
Tapi jangan sampai anda kebablasan. Alih-alih tidak mau stress, malah jadi hinaan warga, karena anda memakai baju renang saat kondangan. Kan aneh.

4. Mengurangi Energi yang Terbuang.

Energi begitu penting untuk menjalani aktifitas, itu sebabnya ada sereal berembel energi. Jika energi habis untuk memilih pakaian saja? Wah bisa tepar dijalan duluan.
Christopher Nolan, Produser Film yang cukup sukses. Mengatakan ,"buang-buang energi untuk memilih lagi apa yang akan dipakai setiap hari."ucap Nolan pada New York Times Magazine.

5. Menjadi Iconic

Alice Gregory adalah seorang penulis yang tinggal di New York City. Memberi tips bahwa sebuah cara yang murah dan mudah untuk merasa terkenal yaitu dengan menjadi Iconic. Bagimana kah caranya? Dia menambahkan lagi, bahwa sebuah seragam dapat menjadi cara untuk menjadi iconic.
Alice menunjukkan bahwa mengenakan pakaian yang sama setiap hari adalah cara untuk menegaskan status Anda sebagai protagonis. "Ini adalah alasan mengapa karakter di komik atau kartun tidak pernah mengganti pakaian mereka," tutur Alice.

6. Mengurangi Beban Ekonomi

Lemari kita penuh pakaian dan sepatu yang dibeli, tapi jarang dipakai? Bukan karena tidak muat atau apa, tapi karena tidak punya uang untuk bepergian. *miris. Atau mungkin kita tidak sadar bahwa sebagian besar pembelian pakaian itu tidak sesuai kebutuhan sama sekali.
Riset membuktikan, pada tahun 1930, wanita Amerika rata-rata memiliki sembilan pakaian. Hari ini, satu wanita bisa memiliki 30 pakaian per bulan.
Sudah jelas kenapa mereka berani untuk tidak memikirkan gengsi? Nah, saat ini juga, kumpulkan pakian tidak berguna itu dan masukkan kembali ke lemari. Ya memang tidak penting, tapi cobalah untuk merefleksikan otak anda.


sumber :
http://www.money.id/fashion