Header Ads

Tidak Enaknya Pulang-pergi Menggunakan Kendaraan Pribadi

Kendaraan bermotor merupakan sarana transportasi yang efisien dan nyaman. Bahkan banyak yang ingin memiliki kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil. Langkah yang ditempuh untuk memiliki kendaraan pribadi pun beragam,
mulai dari kredit sampai cash. Wah kalau sudah urusan duit paling enak tuh cewek. Kenapa? Ya namanya juga cewek.

Jarang sekali orang yang berfikir bahwa sebenarnya mengendarai kendaraan pribadi itu banyak halangannya *diet kali. Contohnya, harus punya Surat Ijin Mengemudi (SIM). Nah berikut bakal gw sebutkan dan jelaskan *ciaaa soal kali ya* kalau kendaraan pribadi itu juga rumit. Cekidot:

1. Harus Memiliki SIM
                                                                            Sumber gambar : http://lankabd.com
*abaikan gambarnya*
Surat Ijin Mengemudi (SIM) adalah surat yang paling sering ditanyakan oleh "laler ijo". Seperti ilustrasi berikut ini:
LJ: laler Ijo KB: Korban berencana

Tiba-tiba KB di beri kode untuk berhenti oleh LJ, dan KB terpaksa berhenti karena LJ menghalangi jalannya.

LJ: Selamaaaat siang pak. *dengan nada khas
KB: SIAP! SIANG! HOY HOY HOY *ternyata KB baru saja mengikuti kepelatihan militer*
LJ: Wah semangat sekali ya
KB: iya donk, kan kita harus semangat karena kita adalah penerus bangsa dan negara.
LJ: Iya ya.. bapak tau salah bapak dimana?
KB: wah.. gk tau tuh pak, kasih tau donk..
LJ: Kepo. *sambil senyum centil*
KB: Ish pelit.

Nah seperti itulah kira-kira yang dihadapi oleh pengendara motor dan atau mobil. Sangat menyebalkan memang, karena si Laler Ijo tidak mau memberi tahu apa salah Korban Berencana. Padahal keterbukaan itu penting untuk kelangsungan suatu hubungan.

2. Macet

                                                                      sumber gambar : http://media.viva.co.id (ada laler ijo!)
Macet merupakan alat mandi. *sabun2* ya betul.

Macet, sudah menjadi hal yang biasa bagi pengendara mobil pribadi dan motor. Traffic jam sering dijumpai oleh mereka, dan mereka(si pengendara) sering kesal sendiri dan melakukan hal yang tidak-tidak. Seperti klakson secara terus menerus, keluar dari mobil, teriak-teriak tidak jelas, dan masih banyak lagi, padahal apa yang mereka lakukan sama sekali tidak berguna. Kalau mau tidak macet, naik kendaraan umum. *gk macet tuh pak?

Macet juga. Pffftt

3. Asap dimana-mana

                                                                                    sumber gambar : kompas.com
Seperti yang sedang trend saat ini, asap di Riau dan sekitarnya. Bagi pengendara sepeda motor sudah menjadi hal yang biasa. Asap, ditambah lagi jalan rusak dan macet, merupakan paket andalan yang ditawarkan oleh jalan raya. *Kalah kali paket hemat kakek*
Masker menjadi alat untuk mengurangi asap yang terhirup, namun menurut saya sama saja. Apalagi kalau sang pengendara berada dibelakang kopaja, hanya pengendara sepeda motor yang mengerti bagaimana rasanya. Pedih, itu mungkin yang dirasakan

Tak pernah kah kau mengerti rasa ini?
Mungkinkah kau tak perduli?
Pedih
Pedih
Pedih

*prok prok prok* terimakasih-terimakasih.

4. Mogok

                                                         sumber gambar : https://aslimalang.files.wordpress.com (ada laler ijo lagi!)
Masalah mogok baru-baru ini gw alami, bukan karena mesin yang rusak, melainkan karena bensin yang tiba-tiba habis. Padahal gw baru ngisi 2 bulan 1 hari 4 jam 30 detik yang lalu loh.
Bensin merupakan komponen penting bagi kendaraan bermotor. Bensin yang sering menjadi perdebatan karena harganya yang tidak menentu ini memang sedikit menyebalkan. Tips dari gw, siapkan bensin eceran di tas, dan jangan lupa bawa korek. Buat apa? Bakar ban trus demo ke pemerintah. Ya buat jaga-jaga lah semprul.

Ya sepertinya itu sih yang menjadi masalah kami sang pengendara bermotor. Sebenarnya kami ingin sekali naik kendaraan umum, tapi ada kendala lain yang juga menjadi alasan kami. Seperti jangkauan kendaraan umum yang tidak luas, ongkos relatif mahal jika ditotal, keamanan, dan banyak lagi alasan kami. Jadi, cobalah kau mengerti cobalah kau mengerti... bahwa aku ini..

Ya terimakasih, semoga perjalanan anda lancar dan selamat sampai tujuan. Terimakasih karena telah membaca artikel yang tidak berguna ini. Salam sukses.