Header Ads

Adiksi Boleh tapi Tidak Boleh.



Menurut KBBI adiksi merupakan kecanduan atau ketergantungan secara fisik dan mental terhasap suatu zat.

Masih bingung? Saya akan mencoba memperjelas lagi apa arti kecanduan.

Kecanduan atau ketagihan adalah

saat tubuh atau pikiran kita dengan parahnya menginginkan atau memerlukan sesuatu agar bekerja dengan baik. Kita disebut pecandu bila kita memiliki ketergantungan fisik dan ketergantungan psikologis terhadap zat psikoaktif, contohnya alkohol,tembakau, heroin, kafein, nikotin. Zat psikoaktif ini akan melintasi sawar darah otak setelah dicerna, sehingga mengubah kondisi kimia di otak secara sementara. (Sumber : Wikipedia)

Nah, sudah paham apa itu adiksi? Atau masih bingung?
Kalau anda masih bingung, saya pun akan bingung menjelaskannya.

Langsung saja. Pernah kah kita merasakan keingintahuan akan sesuatu yang sudah jelas kita tahu bagaimana rasanya? Dan bahkan kita tidak pernah puas akan sesuatu itu? Itu yang dinamakan kecanduan. Kalau sudah begitu, siapa yang bisa disalahkan? Pemerintah? *gkjelaslo

Nah, di artikel kali ini saya akan membahas apa-apa saja penyebab kecanduan dan macam-macam candu yang biasa diderita orang banyak.


Penyebab kecanduan :
Kebanyakan ahli kecanduan setuju, bagaimanapun, kecanduan yang biasanya disebabkan bukan hanya oleh respon fisiologis di otak.

Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), faktor-faktor seperti faktor :
-keturunan
-lingkungan,
-kesehatan mental,
-dan diet
Mungkin memainkan peran dalam onset dan pengembangan kecanduan.

Bahkan, ada beberapa faktor yang biasanya terlibat, yang dapat membuat kecanduan kondisi yang sulit baik untuk mencegah dan mengobati.

Namun menurut saya, kecanduan bisa terjadi karena :
1. Rasa ingin tahu


Manusia merupakan mahluk ter-kepo sedunia. Siapa lagi yang ingin kepo? Kambing? Bukan lah?! Kalau sudah ingin tahu (kepo) biasanya manusia akan rela menghabiskan waktunya untuk memenuhi keingintahuannya terhadap sesuatu.
Ex: gua pengen tau apa yang dia tau, soalnya dia tak pernah tau apa yang dia tau.

2. Kebiasaan


Karena terbiasa, maka dia akan terus mencari dan merasa kehilangan disaat tiada. *anjas.

3. Tidak pernah puas.


Karena manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas, sehingga ini menyebabkan candu akan sesuatu. Candu untuk tau lebih atau ingin lebih.

4. Kurang Percaya Diri atau Mencari Pelampiasan


Penyebab orang merokok atau menggunakan narkotika rata-rata karena mereka ingin "melepas" masalah. Banyak seniman yang menggunakan narkotika untuk mendapatkan inspirasi. Seperti dopping.

Kalau tadi kita sudah bahas apa saja penyebab adiksi/kecanduan. Selanjutnya saya akan membahas adiksi apa saja yang biasa diderita manusia.

1. Adiksi Narkoba


Wah, masalah ini sudah tidak asing lagi. Ada kabar bahwa Indonesia peringkat 1 narkoba se-Asean. Parahnya lagi, bahwa hingga saat ini jumlah penyalah gunaan narkoba semakin meningkat? data BNN menyebutkan tahun 2008 ada 1,99% dan tahun 2013 menjadi 2,36% pengguna narkoba di Indonesia, dan pada
Tahun 2015 diprediksi angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 5,1 juta orang. Seberapa enaknya sih narkoba? "Udah mahal, dikit lagi. Mending buat bayar listrik. Kan kasian mamah di rumah, gk bisa nonton Metro Xinwen.." -Bintang Bete.

2. Adiksi Pornografi


Waw, saya rasa ini masalah yang semakin parah dan sudah tidak lagi memandang umur. Miris, ketika saya mendengar bahwa tetangga saya yang masih kelas 5 SD terkena kasus pelecehan seksual di sekolahnya, dan bodohnya lagi orangtua pelaku tidak menggubris masalah tersebut. "Namanya juga anak kecil" katanya. Apa? Anak kecil? Hey... saya anak 96 dan saya tidak bermain cewek dimasa kecil saya. Apa masa kecil Ibu "se-asik" itu? Anak SD sudah mengerti cara "mainnya".
Amerika Serikat pun pusing menghadapi masalah pornografi ini. Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Yayasan Kita & Buah Hati! yang menghadirkan dua pembicara senior dalam ilmu psikologi dan parenting, yakni Ibu Elly Risman,Psi seorang pakar parenting di Indonesia, dan Dr. Randall F. Hyde,Ph.D seorang psikolog senior di negara Amerika,  Randall F mengatakan bahwa:

Percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kami sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran. Negara kami dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara. Negara kami bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – obat dengan penelitian ilmuwan kami. Tapi untuk pornografi…percayalah…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya.

Jangan pernah menjadi pecandu pornografi. Cukup tau aja. Haha.

3. Adiksi Handphone


Dilaporkan Softpedia, Selasa (9/9/2014), sekira 5-10 persen  dari semua pengguna internet di dunia kecanduan sosial media. Kecanduan ini merupakan bagian dari gangguan psikologis, yang dampaknya sama seperti pengaruh dari obat-obatan (drug). (Sumber : Okezone.com)

Setara pengaruhnya dengan drug? Mengerikan. Saya rasa ini sudah menjadi masalah (hampir) semua pemuda. Teknologi yang semakin canggih membuat manusia mendapatkan surga dunia dalam genggaman. Sehingga tidak perduli dengan sekitar, padahal banyak hal menarik di dunia nyata daripada di dunia maya. Yang nyata lebih terasa, yang maya cuma estianti. *lah

Itulah beberapa adiksi yang biasa diderita manusia. Masih banyak adiksi-adiksi lainnya yang mungkin sedang pembaca alami? Seperti alkohol, rokok, judi, bahkan berbohong pun bisa jadi candu.

Seperti saya, kecanduan game online di masa SMP. saya benar-benar tidak perduli dunia sekitar, yang terpenting hasrat saya untuk bermain game terpenuhi. Pernah suatu saat saya ingin sekali bermain game, tetapi sesampainya di warnet saya bosan. Dan saya tidak terpuaskan. Betapa bodohnya saya saat itu. Saya rasa kalau sudah kecanduan, sangat susah dihilangkan. Namun bisa dikurangi. Seperti sekarang, saya sudah tidak bermain warnet, namun masih merasa kurang "hidup" jika tanpa game. Paling tidak, ada game yang saya kuasai. Haha

Adiksi boleh-boleh saja jika tidak merugikan, tapi apa ada adiksi yang tidak merugikan? kan apapun yang berlebihan tidak baik kata pak haji.